February 20, 2018 Info Menarik, Kredit 0 comment

Bisakah Mengajukan Pinjaman Dengan Jaminan Sertifikat Atas Nama Orang Lain?

Mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat merupakan hal biasa dilakukan banyak hal. Biasanya, sertifikat yang digunakan sebagai jaminan merupakan jenis aset yang sudah jadi hak milik pribadi, dan sudah menggunakan atas nama sendiri.

Bagaimana jika menggunakan sertifikat atas nama orang lain?

Sertifikat atas nama orang lain biasanya berupa aset yang dikelola secara bersama, tanah atau harta warisan, hibah atau bisa juga saat terjadinya proses jual beli, Anda dan si penjual tidak melakukan proses balik nama terhadap aset tersebut.

Saat dijadikan jaminan, tentu pihak si pemberi pinjaman, dalam hal ini Bank, tidak akan begitu saja memproses. Ada beberapa proses lainnya yang harus Anda lewati agar jaminan tersebut bisa diterima, diantaranya :

  1. Siapkan surat pernyataan dari pemilik terdahulu jika aset yang akan dijaminkan merupakan milik Anda.
  2. Siapkan akta jual beli, kwitansi, dan bukti lainnya terkait proses jual beli yang sudah Anda lakukan.
  3. Siapkan surat pengajuan balik nama atas nama Anda.

Perlu dicatat, tidak semua Bank menerima jaminan sertifiktas atas nama orang lain. Kalaupun mereka bersedia membantu, biasanya akan dikenakan biaya tambahan proses balik nama, dan lainnya. Untuk lebih lanjut, silahkana langsung hubungi pihak Bank yang bersangkutan.

 

Kalau memang sangat terpaksa dan butuh dana secepatnya, Anda bisa mengajukan pinjama atas nama orang yang tertera dalam sertifikat tersebut (pinjam tangan). Tentu cara ini hanya akan berlaku atas kesepakatan Anda dan si pemilik sertifikat sebelumnya (nama yang tertera dalam sertifikat).

Makanya, setelah merampungkan proses akan jual beli, sebaiknya segera proses pengajuan balik nama. Memang biayanya cukup besar, tapi dengan cara ini Anda bisa terbebas dari potensi masalah yang mungkin terjadi dikemudian hari, seperti aset sengketa dan lainnya.

Hal yang sama berlaku untuk status aset yang belum dibuatkan sertifikatnya, atau tanah girik atau jenis tanah milik adat yang konversi haknya ke negara belum didaftarkan lewat Kantor Pertanahan.

Bagaimana cara mengurus sertifikat tanah atau aset lainnya?

Sebenarnya mudah. Pertama, Anda tinggal datang ke Kantor Kelurahan atau Kantor Desa untuk mengurus beberapa surat, termasuk :

  1. Surat Keterangan Tidak Sengketa
  2. Surat Keterangan Riwayat Tanah
  3. Surat Keterangan Penguasaan Tanah

Selanjutnya, Anda tinggal mengurus tanah atau aset menjadi sertifikat di Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN-RI). Untuk proses dan hal-hal yang harus Anda persiapkan, biasanya petugas dari BPN-RI akan menuntunnya. Tinggal ikuti saja prosesnya!

Biasanya proses ini memakan waktu kurang lebih selama 6 (enam) bulan, dengan catatan Anda sudah memenuhi semua syarat yang dibutuhkan. Mengenai biayanya, semua tergantung dari lokasi, luas dan posisi tanah atau aset itu sendiri.

 

Setelah Sertifikat Selesai

Setelah sertifikat selesai dibuat, Anda bisa menggunakannya untuk meminjam uang dari Bank atau pihak penyedia jasa pinjaman. Tapi jika Anda ingin nilai aset tinggi dan proses pinjaman segera diproses, sebaiknya posisi aset berada di pinggir jalan, atau setidaknya bisa diakses dengan mobil.

Untuk aset yang berada di dalam atau hanya bisa diakses dengan sepeda motor, biasanya proses pengajuan pinjaman akan cenderung sulit. Tapi lagi-lagi, semua tergantu dari pihak si penyedia jasa pinjaman yang Anda pilih. Apakah mereka mau menerima Jaminan Sertifikat Anda atau tidak!

Jika Keluarga KMI membutuhkan modal usaha, BPR KMI siap membantu anda, apalagi kalian yang mau bikin startup bisa kok dibantu. Gak usah capek-capek datang kekantor kami, silahkan isi aplikasi disini, biar Tim Customer Service kami yang akan menghubungi anda.

Butuh dana dengan proses cepat?

AJUKAN KREDIT SEKARANG !

Ajukan!