Ajukan Pinjaman Dengan Jaminan Sertifikat? Gunakan Untuk Hal Produktif!

Meminjam uang dengan jaminan sertifikat, baik tanah, rumah atau lahan produktif, merupakan jalan cepat untuk mendapat suntikan dana segar dalam jumlah yang cukup tinggi. Tapi sebelum itu, Anda harus berhati-hati, ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan dengan matang.

Pinjaman Tidak Terbayar, Aset Bisa Melayang!

Sebenarnya ini risiko bagi setiap peminjam. Saat pinjaman tidak terbayar, mau tidak mau jaminan yang Anda berikan akan jadi milik si pemberi pinjaman, atau dengan kata lain disita. Jelas ini sebuah kerugian besar, mengingat investasi tanah atau properti, termasuk yang paling gurih di Indonesia.

Contohnya, saat Anda memiliki tanah produktif dengan nilai investasi mencapai 100 Juta, bisa jadi di tahun depan nilainya akan naik hingga 2 kali lipat atau senilai 200 Juta. Hal ini berbeda jika jaminan yang Anda berikan berupa BPKB kendaraan bermotor yang nilainya akan semakin tenggelam.

Makanya, sebelum benar-benar mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan, diantaranya :

 

  1. Pastikan Untuk Hal Yang Produktif

Hasil pinjaman yang Anda dapatkan sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang produktif. Misalnya, untuk membuka usaha atau mulai investasi.

Terkait hal ini, Presiden Jokowi bahkan pernah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan uang pinjaman yang didapat dari pihak Bank atau penyedia jasa pinjaman lainnya. jangan sampai tidak terbayar dan aset berharga Anda menguap begitu saja.

“Dipakai agunan jaminan ke bank boleh-boleh saja, tapi hati-hati kalau akan pinjam uang ke bank. Saya titip dihitung yang betul, dikalkulasi yang benar, karena waktu menerima (pinjaman) itu enak, yang sulit mengembalikan dan mencicilnya,” kata Jokowi dalam acara Kunjungan Kerja ke Tasikmalaya, Jumat (09/06/2017).

Selain itu, pastikan jumlah cicilan yang harus Anda bayarkan, maksimal 30 persen dari total pendapatan per bulan. Misalnya, jika penghasilan Anda sebesar 10 Juta per bulan, sebaiknya jumlah cicilan tidak lebih dari 3 Juta per bulan.

pinjaman jaminan sertifikat

 

  1. Jika Ingin Membeli Kebutuhan Konsumtif

Jika Anda menggunakan uang pinjaman tersebut untuk membeli kebutuhan yang bersifat konsumtif, seperti kendaraan bermotor, pastikan kendaraan yang Anda beli digunakan untuk hal-hal yang produktif. Misal, digunakan membeli truk pick up untuk penunjang distribusi barang dan lainnya.

Hal lainnya, sebaiknya beli kendaraan bermotor secara cash. Jangan sampai menggunakan uang pinjaman tersebut sebagai DP, atau dibayar setengahnya. Pasalnya, cicilan kendaraan bermotor Anda akan tumpang tindih dengan cicilan yang berasal dari Jaminan Sertifikat.

Kalaupun terpaksa, sebaiknya lihat kembali aturan jumlah cicilan per bulan, tidak lebih dari 30 persen jumlah penghasilan per bulan.

 

  1. Riset Dulu Usaha Yang Akan Anda Lakukan

Setiap orang yang membuka usaha, sudah tentu ingin mendapatkan untung? Nah, sebelum membuka usaha dengan modal hasil pinjaman, ada baiknya jenis usaha yang akan digeluti sudah benar-benar Anda kuasai, minimalnya sudah melakukan riset dan punya prospek yang menjanjikan.

Selain itu, pertimbangkan juga potensi keuntungan dan jumlah pengeluaran lainnya, termasuk biaya promosi, gaji karyawan dan lainnya.

Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya lainnya, termasuk biaya pemeliharaan aset, dan biaya tidak terduga lainnya. Dengan perhitungan yang tepat, Anda akan mendapat manfaat yang signifikan dari keputusan meminjam uang dengan Jaminan Sertifikat tersebut.