Mengurus Sertifikat “Waris”

Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara balik nama sertifikat tanah warisan, berikut ini adalah tahapannya :

Membuat Surat Keterangan Waris
Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat Surat Keterangan Waris (SKW), cara membuat surat ini dengan cara berikut :

Membuat Surat Pengantar
Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat surat pengantar untuk membuat surat keterangan waris, cara dengan datang ke RT dan RW dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Nikah orang tua dan surat kematian.

Mengajukan ke Kantor Kelurahan
Setelah mendapatkan surat pengantar, kemudian Anda melanjutkannya dengan mengajukan permohonan ke kantor kelurahan. Caranya Anda datang ke bagian pelayanan umum kemudian mengisi formulir dan surat pengantar dengan membawa dokumen membuat surat keterangan waris, cara dengan datang ke RT dan RW dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Nikah orang tua dan surat kematian

Fatwa Waris
Setelah Anda mendapatkan Surat Hak Waris dari kelurahan, kemudian Anda melanjutkannya ke kantor Pemerintah Kota setempat untuk mendapatkan Fatwa Waris.

Mengurus ke Badan Pertanahan Nasional
Setelah mendapatkan Surat Keterangan Waris, Anda bisa langsung melanjutkan proses balik nama, caranya dengan datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah tempat lahan wasiat berada dengan datang ke loket layanan.

Persyaratan Balik Nama Sertifikat Warisan
Saat di kantor BPN, Anda juga diminta untuk melengkapi beberapa data yang meliputi:

  • Mengisi formulir permohonan balik nama
  • Fotokopi KTP pemohon atau seluruh ahli waris
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) pemohon atau seluruh alhi waris
  • Surat Keterangan Waris
  • Sertifikat Tanah / Rumah ( Asli )
  • SPPT PBB tahun terakhir
  • Bukti BPHTB, untuk perolehan tanah lebih dari 60 Juta Rupiah

Tak sedikit seseorang yang memiliki tanah sebagai hasil warisan dari anggota keluarga yang telah meninggal dunia, biasanya dari orangtua kepada anak atau dari suami kepada istri.

Mungkin kamu termasuk salah satunya?

Namun, satu dan kendala terjadi ketika kamu tidak memahami soal sertifikat tanah warisan.

Jika ingin membuat sertifikat tanah warisan, yang harus dilakukan pertama kali adalah menegaskan posisi kepemilikan dari tanah dimaksud terlebih dahulu. Biasanya, pihak almarhum menjelaskan kepada siapa tanah tersebut diwariskan dalam surat keterangan waris.

Bisa dalam akta notaris dan didaftarkan pada Pusat Daftar Wasiat, atau hanya berupa lisan atau tertulis namun tidak melibatkan notaris alias bawah tangan. Kalau wasiat dibuat dalam bentuk lisan atau surat bawah tangan, akan sulit untuk dijalankan tanpa adanya persetujuan dan pengakuan dari ahli waris yang lain bahwa wasiat tersebut memang benar ada serta tidak ada keberatan dari ahli waris lain.

Jika wasiat dibuat dalam bentuk akta notaris, biasanya ditunjuk pelaksana wasiatnya juga. Lewat adanya pelaksana wasiat tersebut, maka yang bersangkutan bisa datang ke kantor kecamatan setempat untuk membuat Akta Hibah Wasiat.

https://kreditmandiri.co.id/produk-kredit-bpr-kmi/