Dapat Pinjaman Modal Usaha Tapi Bingung Memulainya? Berinvestasi Saja!

Terkadang, ada orang yang bernafsu untuk mulai usaha tanpa menghitung dan mempersiapkan strategi yang tepat untuk usaha tersebut. Alhasil, hal pertama yang mereka lakukan adalah, mencari Pinjaman Modal Usaha lewat bank atau lembaga keuangan tertentu.

Setelah dana di tangan, tidak jarang akhirnya mereka bingung memanfaatkan dana tersebut. penyebabnya beragam, bisa karena dana yang tersedia tidak mencukupi, dana yang dipinjam terlalu besar sehingga masih banyak sisa, atau bisa juga ragu hingga akhirnya memutuskan tidak jadi untuk memulai usaha.

Bagaimana Dengan Dana Pinjaman Yang Sudah Terlanjur Didapat?

Dalam kondisi ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang, dan genggam erat dana tersebut agar tidak lari pada pos-pos yang tidak produktif. Setelah itu, segera cari instrumen investasi yang bisa digunakan untuk memaksimalkan dana tersebut.

Agar tidak bingung, berikut beberapa instrumen investasi yang bisa Anda pilih untuk sekedar menyimpan uang hasil pinjaman yang sudah terlanjur cair.

 

  1. Reksa dana

Jika Anda termasuk orang yang malah bolak-balik melihat grafik pergerakan pasar dan jual-beli saham, reksa dana merupakan instrumen investasi terbaik yang bisa dipilih.

Secara sederhana, reksa dana sendiri berarti kumpulan dana dari investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi (MI). Biasanya, pengelolaan dana ini sendiri akan melibatkan portfolio yang merupakan gabungan instrumen, dari mulai saham, deposito, obligasi dan lainnya.

Jika ingin yang lebih mudah, Anda bisa memakai jasa MI. Pasalnya, semua uang yang Anda tanamkan akan diurus oleh mereka. Walaupun begitu, Anda harus siap mengeluarkan biaya ekstra, seperti biaya manajemen, biaya pembelian dan penjualan, serta bank kustodian.

Mengenai keuntungannya, investasi reksa dana bisa dimulai dengan modal yang sangat kecil dan bisa dibeli lewat bank, perusahaan sekuritas ataupun online. Sementara kekurangan lainnya, return dari instrumen investasi ini sangat fluktuaktif.

pinjaman modal usaha

 

  1. Emas

Sebenarnya masih jadi perdebatan tentang emas, apakah masuk dalam instrumen investasi atau tergolong alat untuk menyimpan uang. Tapi meskipun begitu, ada satu hal yang wajib Anda catat, menyimpan uang dalam emas tergolong anti-rugi, dimana nilai emas akan cenderung stabil, bahkan merangkak naik.

Hal ini berbeda saat Anda menyimpan uang dalam bentuk tabungan, dimana nominalnya memang akan mengalami kenaikan, tapi secara nilai uang tersebut mengalami penurunan. Tapi ingat, emas yang dimaksud di sini bukan emas berupa perhiasan, tapi emas dalam bentuk logam mulia.

Keuntungan lainnya, emas cenderung sangat mudah dicairkan, sehingga saat Anda membutuhkannya, emas bisa langsung dijual dengan harga terbaru tanpa harus mencari lagi Pinjaman Modal Usaha. Selain itu, emas pun tidak membutuhkan kemampuan analisis seperti saham dan foreign exchange.

Sebagai catatan, pastikan Anda mendapat sertifikat keaslian saat membelinya. Mengenai cara dan dimana bisa membelinya, Anda bisa main ke penggadaian, bank, atau tempat lainnya.

 

  1. Properti

Properti merupakan investasi jangka panjang yang banyak memberi keuntungan, setidaknya untuk saat ini. Jenisnya beragam, Anda bisa menyimpan uang dalam bangunan (rumah, apartemen atau gedung) kemudian disewakan, atau dibelikan tanah dan ditanami pohon yang minim perawatan tapi hasilnya maksimal.

Di Indonesia sendiri, harga properti tergolong sangat sulit dikendalikan. Bahkan di beberapa daerah, kenaikannya bisa mencapai 100 persen per tahun lho!

Kekurangannya, menyimpan uang dalam properti tergolong sulit untuk dicairkan. Kalaupun mau, Anda bisa menjaminkan sertifikat tanah dan bangunan yang dimiliki untuk mendapat Pinjaman Modal Usaha. Tapi ingat, pastikan cicilan sebelumnya sudah lunas!