Hindari Kesalahan Ini Saat Anda Akan Mengajukan Pinjaman Dana Tunai Lewat KTA

Saat sedang butuh uang dan dalam kondisi yang mendesak, biasanya solusi yang dicari adalah Pinjaman Dana Tunai. Jika ada yang bisa digunakan, mungkin Anda bisa memilih pinjaman multiguna. Tapi kalau tidak ada, mengajukan pinjama KTA bisa jadi solusi.

KTA atau Kredit Tanpa Agunan merupakan jenis pinjaman yang tidak membutuhkan jaminan. Selain mudah, proses pencairan dananya pun terbilang cepat. Meskipun fasilitas karpet merah ini harus ditebus dengan bunga yang tinggi dan tenor yang lebih pendek.

Meskipun memberikan banyak kemudahan, tapi sebaiknya Anda ingat, sebelum mengambil KTA, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya :

 

Tidak Berpikir Jangka Panjang

Saat menerima uang itu enak, Anda tinggal menggunakannya. Tapi setelah itu, Anda akan berhadapan dengan kewajiban cicilan. Mungkin untuk saat ini Anda merasa mampu untuk membayarnya, tapi bagaimana kedepannya. Apakah Anda masih mampu?

Makanya, sebelum mengajukan pinjaman, sebaiknya prediksi bagaimana kondisi keuangan Anda di masa depan. Jika diperkirakan kondisi keuangan akan stabil, bagaimana dengan kebutuhan Anda, apakah masih akan tetap sama, mengalami penurunan atau malah naik?

Ini harus dipertimbangkan dengan cermat. Kalau menurut perhitungan Anda akan sulit untuk mengembalikannya, sebaiknya jangan, atau minimalnya pinjam dana dalam jumlah kebutuhan minimal.

 

Jangan Demi Gaya Hidup

Banyak orang yang memutuskan untuk mengajukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, seperti membeli perhiasan, jalan-jalan, membeli furnitur baru, kendaraan untuk jalan-jalan dan lainnya, bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, atau berinvestasi.

Padahal, KTA sejatinya disediakan buat Anda yang benar-benar butuh dana mendesak. Hal inilah yang menyebabkan jumlah pinjaman dana untuk KTA cenderung lebih sedikit dan tenor cicilannya pun cenderung pendek (maksimal 3 tahun).

Maka dari itu, jika alasan Anda mengajukan Pinjaman Dana Tunai hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup atau hal-hal yang tidak produktif, sebaiknya jangan!

 

Tidak Jujur

Ketika mengajukan pinjaman KTA, biasanya pihak bank atau pihak lembaga keuangan akan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi keuangan, pekerjaan, gaji dan lainnya. Percayalah, jawaban jujur lebih membantu ketimbang berbohong meskipun tanpak sempurna.

Alasannya sederhana, jika Anda menjawab tidak jujur alias berbohong, jika ternyata pihak bank atau lembaga keuangan yang bersangkutan mengetahuinya, bisa-bisa urusan peminjaman ini akan berakhir di pengadilan, atau minimalnya pihak bank tidak akan percaya lagi pada Anda.

Selain itu, memberikan informasi bohong, seperti jumlah penghasilan dan lainnya, justru akan menyulitkan Anda sendiri, yang ujung-ujungnya berisiko membuat Anda nunggak cicilan.

 

Tidak Memenuhi Persyaratan Dokumen

Ah dokumen kan hanya formalitas atau hanya sebagai kelengkapan administrasi saja! Pernah kan Anda mendengar celotehan tersebut? Apapun kondisinya, sebaiknya pola pikir ini harus dirubah. Bagaimanapun juga, persyaratan dokumen merupakan hal yang sangat penting untuk dipenuhi.

Risikonya banyak lho, tidak memenuhi pesyaratan dokumen akan membuat pengajuan pinjaman Anda ditolak. Bahkan kalaupun lolos, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami kesulitan saat akan mengajukan pinjaman lagi dikemudian hari.

Untuk itu, mau tidak mau Anda harus memenuhi semua persyaratan yang sudah diajukan pihak bank. Pokoknya, jangan sampai ada yang terlewat!

 

Abai terhadap Fine Print

Saat sedang mengisi formulir pengajuan pinjaman, sering kali ada tulisan-tulisan kecil yang berada di bagian belakang formulir pengajuan. Tulisan inilah yang dinamakan fine print.

Banyak orang yang mengabaikan bagian ini. Padahal kalau ditelusuri lebih dalam, fine print ini berisi banyak informasi penting tentang suku bunga yang dapat berubah, dan lainnya. Makanya, sebelum mengajukan Pinjaman Dana Tunai, perhatikan dengan baik semua tulisan yang tertera dalam formulir.