October 23, 2019 Info Menarik, Kredit 0 comment

Bagaimana cara “balik nama” Sertifikat???

Memiliki rumah sendiri tentu menjadi impian bagi setiap orang, namun seperti yang kita ketahui, harga rumah saat ini sangat mahal.
Bagi Anda yang saat ini sudah memiliki budget untuk membeli rumah, lebih baik tidak perlu menunda karena harga rumah selalu naik setiap tahunnya.

Pada dasaranya proses membeli rumah baru tentu berbeda dengan membeli rumah bekas. Jika membeli rumah baru, semua hal akan dibantu pengurusannya oleh pihak developer (pengembang), jika rumah bekas, pihak pembeli yang akan mengurus semuanya sendiri.

Mulai dari proses pengurusan balik nama sertifikat rumah (SHM) yang sebelumnya masih tercantum atas nama pemilik lama atau pihak penjual.

Sebagai tambahan informasi. SHM (Sertifikat Hak Milik) adalah bukti paling kuat atas kepemilikan tanah atau lahan, oleh karena itu tidak akan ada kemungkinan kepemilikan ganda atau campur tangan dari pihak lain dan status SHM tidak memiliki batas waktu.

Sebagai bukti kepemilikan tanah atau rumah yang paling kuat, SHM menjadi dokumen paling valid untuk melakukan transaksi jual beli properti.
Atau jika Anda ingin mendapatkan uang tunai secara cepat tanpa harus menjual aset properti, Anda bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman dana tunai dengan gadai sertifikat. Biasanya yang bisa digadaikan adalah rumah dengan status sudah SHM (beberapa wajib ada IMB) dan SHGB untuk Ruko.


Perlu Anda ketahui bahwa pinjaman uang dengan gadai sertifikat prosesnya sedikit lebih rumit dan lama karena harus ada appraisal pihak ketiga, dll.

Beda halnya dengan gadai BPKB Mobil atau motor yang hanya memakan waktu sekitar 2 – 3 hari saja. Jika Anda berminat untuk menjaminkan Sertifikat Hak Milik (wajib ada IMB – Ijin Mendirikan Bangunan), silakan percayakan pada kami

Jika Anda membutuhkan modal usaha, BPR KMI siap membantu anda, silahkan isi aplikasi disini, dan tim customer BPR Kredit Mandiri Indonesia akan segera menghubungi anda.