Butuh Dana Besar, Pinjam Saja Dengan Jaminan Sertifikat!

Mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat bukanlah hal yang baru di Indonesia. Biasanya, pihak jasa keuangan akan memberikan banyak pilihan jaminan, dari mulai sertifikat rumah, tanah darat hingga lahan produktif seperti kebun dan sawah.

 

Bisa Digunakan Untuk Berbagai Keperluan

Sebenarnya, hampir mirip dengan pinjaman tanpa agunan atau jenis pinjaman lainnya, pinjaman dengan jaminan sertifikat bisa digunakan untuk berbagai keperluan, dari mulai renovasi rumah, membiayai kebutuhan mendesak, buka usaha dan lainnya.

Di kebanyakan bank, pinjaman dengan jaminan sertifikat biasanya masuk dalam kategori kredit multiguna. Artinya, walaupun bisa digunakan untuk berbagai keperluan, tapi Anda sebagai nasabah, wajib memberikan jaminan atau agunan kepada Bank, dalam hal ini sertifikat rumah atau aset lainnya.

Selain itu, biasanya pinjaman dengan jaminan sertifikat diajukan untuk mendapatkan pinjaman dengan nilai yang cukup tinggi, contohnya diatas 50 Juta atau bahkan lebih (sesuai dengan nilai taksiran kondisi aset yang Anda jaminkan).

Kalau nominal pinjaman Anda masih dibawah 50 Juta, sebaiknya pilih pinjaman dengan jaminan BPKB saja. Prosesnya cenderung sama kok!

 

Tips Dapatkan Pinjaman Jaminan Sertifikat

Sebelum mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat, sebaiknya lakukan dulu beberapa hal berikut ini agar pinjaman yang Anda ajukan berjalan lancar, terutama dalam hal pembayaran.

 

  1. Membuat Perencanaan

Membuat perencanaan merupakan hal yang paling penting dilakukan. Ada beberapa point penting yang harus dipersiapkan dengan strategi yang cukup matang, diantaranya :

  • Digunakan untuk apa dana tersebut?
  • Bagaimana cara membayarnya?
  • Kapan target Anda bisa melunasinya?

Perencanaan ini penting dilakukan untuk mencegah penggunaan uang salah sasaran, hingga memastikan Anda mampu melunasinya sesuai dengan tenor yang sudah ditentukan.

 

  1. Disiplin

Disiplin merupakan hal yang mutlak dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan jumlah cicilan sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Saat kita terlambat membayar, denda mungkin akan siap Anda hadapi. Yang lebih parah, aset Anda bisa hilang disita Bank saat pembayaran tersendat.

Selain ancaman kehilangan aset, citra di mata Bank pun akan tercoreng. Bukan tidak mungkin Anda akan masuk ke dalam daftar hitam penerima kredit, sehingga sulit untuk mengajukan pinjaman lagi dikemudian hari. Bukan hanya pada satu, tapi hampir di seluruh Bank.

Makanya, sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat, pastikan Anda sudah siap dan yakin akan disiplin dalam melakukan pembayaran. Jika masih ragu, sebaiknya pikir ulang hingga Anda benar-benar yakin!

 

  1. Pilih Tenor Sesuai Kebutuhan

Ada banyak pilihan tenor untuk setiap pinjaman. Bahkan khusus untuk pinjaman dengan jaminan sertifikat, biasanya pihak Bank akan memberikan pilihan tenor maksimal, hingga 60 bulan atau selama 5 Tahun.

Tapi harus diingat, makin panjang tenor yang Anda pilih, makin besar pula bunga yang harus Anda tanggung. Makanya, jika merasa mampu dan siap dengan cicilan pendek, kenapa pilih tenor yang panjang? Kecuali jika jumlah total cicilan bulanan Anda sudah lebih dari 30 persen dari total penghasilan Anda.

Tujuannya, pembatasan jumlah total cicilan per bulan ini agak Anda masih tetap bisa hidup layak, invertasi tetap jalan, dan seluruh cicilan bulanan bisa tertutupi.

Intinya, pinjaman dengan jaminan sertifikat memang sangat membantu saat Anda mengalami masalah keuangan. Tapi sebelum mengajukan pinjaman, pastikan Anda sudah tahu kemana alokasi dana pinjaman tersebut dan pastikan Anda mampu membayar cicilannya.

Jika Keluarga KMI membutuhkan modal usaha, BPR Kredit Mandiri Indonesia siap membantu anda, apalagi kalian yang mau bikin startup bisa kok dibantu. Gak usah capek-capek datang kekantor kami, silahkan isi aplikasi disini, biar Tim Customer Service kami yang akan menghubungi anda.

Butuh dana dengan proses cepat?

AJUKAN KREDIT SEKARANG !

Ajukan!