Pinjaman Kredit Bank Bikin Nafas Anda Sesak? Ini Yang Bisa Dilakukan!

Pengelolaan utang yang buruk bisa berakibat fatal pada fermoma keuangan Anda. Selain masalah kebutuhan hidup yang sulit terpenuhi, cicilan Pinjaman Kredit Bank pun bisa bermasalah. Lebih parahnya lagi, Anda bisa masuk dalam blacklist penerima kredit.

Dalam kondisi ini, Anda harus memutar otak untuk mencari solusinya. Berikut merupakan beberapa solusi yang bisa dilakukan saat Anda merasa berat dengan tumpukan utang yang makin menggunung.

 

  1. Perpanjangan Jangka Waktu Pinjaman

Jika cicilan yang harus Anda bayarkan terasa cukup besar, sementara kondisi keuangan keluarga sedang carut-marut, cobalah untuk mendatangi pihak Bank atau lembaga keuangan terkait untuk meminta keringanan terkait perpanjangan tenor kredit.

Biasanya, pihak Bank akan melakukan reviews terhadap performa kredit dan kondisi keuangan Anda, baru memutuskan untuk memberi fasilitas perpanjangan kredit. Tapi ingat, jumlah cicilan memang akan berkurang karena tenor cicilan di perpanjang, tapi bisa jadi bunga malah akan meningkat.

Walaupun begitu, Anda tidak perlu khawatir. Selama ada iktikad baik untuk menyelesaikan cicilan dan Anda bersikap kooperatif, pihak Bank pasti akan membantu semaksimal mungkin.

 

  1. Menambah utang baru

Dalam kamus keuangan, ada istilah refinancing, yakni melunasi satu utang dengan utang agar pembayaran cicilan bisa lebih ringan. Cara ini bisa jadi langkah efektif jika memiliki banyak cicilan utang yang harus diselesaikan, sementara Anda tidak kuat dalam melakukan pembayaran.

Misalnya, Anda memiliki cicilan kartu kredit, kendaraan bermotor, dan sektor kredit lainnya. Untuk melakukan refinancing, Anda bisa mengajukan Pinjaman Kredit Bank untuk melunasi semua utang tersebut, dan kini Anda hanya punya 1 utang yang harus diselesaikan.

Tapi ingat, lakukan perhitungan yang cermat, terutama terkait bunga dan kemampuan finansial Anda. Jangan sampai langkah refinancing ini malah membuat Anda makin tercekik.

pinjaman kredit bank BPR

  1. Utang konsolidasi

Sebenarnya cara ini sangat mirip dengan refinancing, dimana pihak Bank atau lembaga keuangan terkait akan memberikan pinjaman untuk melunasi utang yang kamu miliki (setelah ini utang adi 1 pintu). Tapi ingat, di sini Anda harus mampu menyakinkan pihak Bank jika Anda berniat untuk melunasi utang tersebut.

Berbeda dengan refinancing yang mungkin tidak akan banyak melibatkan pihak Bank (masuk dalam pinjaman reguler), utang konsolidasi justru lebih banyak melibatkan pihak Bank (diketahui pihak Bank jika Pinjaman Kredit Bank yang akan dilakukan untuk melunasi utang).

Sama seperti refinancing, utang konsolidasi pun membutuhkan perhitungan yang tepat dan Anda pun harus bisa meyakinkan pihak Bank jika Anda sanggup melunasi semua utang tersebut.

 

  1. Jual atau Agunkan Aset

Mengagunkan atau menjual aset bisa jadi salah satu alternatif terbaik yang bisa Anda pilih untuk terbebas dari belitan utang. Tapi ingat, saat mengangunkan aset, Anda pun berkewajiban untuk membayar utang tersebut jika tidak ingin aset tersebut disita pihak pemberi pinjaman.

Hal ini berbeda dengan keputusan menjual aset, dimana uang tersebut bisa digunakan untuk membayar semua cicilan utang. Tapi ingat, pastikan aset yang Anda jual bukan aset vital atau aset yang berhubungan langsung dengan mata pecaharian Anda.

Intinya, pertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan Pinjaman Kredit Bank. Jika Anda merasa tidak sanggup membayarnya, sebaiknya fokus saja pada pengembangan aset yang ada.