Tips Sebelum Jaminkan BPKB Untuk Kredit Multiguna

Meskipun sepele, kesalahan memilih kredit multiguna dengan Jaminan BPKB bisa mendatangkan bencana yang sangat besar. Misalnya, Anda menyerahkan kepada perusahaan pembiayaan pinggir jalan yang belum terdaftar di OJK dan tidak masuk dalam daftar Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Selain itu, dalam urusan kredit, bunga dan aturan denda keterlambatan menjadi hal yang sangat krusial. Anda harus benar-benar mempertimbangkannya, bahkan terkadang ada lho orang yang harus membayar denda dan bunga yang lebih besar dari pokoknya!

Nah sebelum Anda benar-benar menjaminkan BPKB kendaraan bermotor, ada baiknya perhatikan dulu beberapa hal berikut ini.

 

  1. Pilih Lembaga Yang Bonafide

Sebenarnya, ukuran bonafide atau tidak tergantung dari persepsi masing-masing. Tapi dalam standar lembaga keuangan, status bonafide bisa dilihat dari :

  1. Perusahaan tersebut memiliki tempat atau kantor yang layak
  2. Struktur organisasi jelas
  3. Terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan
  4. Masuk Anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

Selain itu, Anda pun sebaiknya memilih nama-nama lembaga keuangan yang sudah terkenal, atau berafiliasi dengan bank-bank besar. Dengan ciri khas tersebut, lembaga keuangan tersebut bisa dibilang bonafide dan bisa dipercaya untuk mengurus BPKB Anda.

 

  1. Bandingkan Bunga

Seperti disebutkan diatas, bunga merupakan hal yang sensitif dan kerap jadi isu penting saat pembahasan pinjaman. Makanya, sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan pinjaman, pastikan dulu Anda memilih lembaga keuangan yang menawarkan bunga paling kecil.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa membandingkan 1 lembaga keuangan dengan lembaga lainnya, atau bisa juga lewat browsing di Internet. Ingat, meskipun selisihnya hanya sedikit, tapi jika dikumpulkan dalam hitungan tahun, hasilnya lumayan juga lho!

 

  1. Baca Perjanjian Kredit

Jangan asal tanda tangan, Anda wajib membaca seluruh isi kontrak dengan teliti. Pasalnya, setelah tanda tangan dibubuhkan, itu artinya Anda sudah setuju dengan hal-hal yang tertuang di dalamnya, termasuk aturan-aturan seperti denda, hingga penyitaan.

Memang butuh waktu yang cukup lama untuk mempelajari seluruh isi kontrak perjanjian pinjaman dengan Jaminan BPKB, tapi ini adalah proses. Jika ada yang kurang jelas, sebaiknya langsung tanyakan kepada pihak pemberi pinjaman (Bank atau lembaga pembiayaan).

 

  1. Jangan Tergiur Proses Cepat

Banyak orang tergiur dengan proses yang cepat. Bahkan beberapa lembaga keuangan ada yang menawarkan proses pinjaman 1 jam cair. Padahal, proses pinjaman yang cepat tidak berguna sama sekali jika bunga yang mereka tawarkan melilit perut.

So, jadilah nasabah yang cerdas, dimana proses pencarian, membandingkan, dan menjatuhkan pilihan jadi hal yang utama. Setelah dapat yang sesuai, baru proses cepat jadi pertimbangan. Intinya, mending pilih yang lambat tapi bunga rendah, daripada yang cepat tapi bunga melilit perut.

 

  1. Hindari “Leasing Pinggir Jalan”

Leasing pinggir jalan sejatinya hanyalah istilah yang diberikan untuk lembaga keuangan yang tidak berada dibawah pengawasan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak masuk dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Mereka biasanya menjanjikan pinjaman dengan proses yang sangat cepat, bahkan mau menerima kendaraan yang sudah tua, terutama mobil. Ciri khas lainnya, terkadang menawarkan pinjaman kepada mereka yang memiliki masalah BI Checking, dan kemudahan lainnya.

Sepintas terlihat baik hati. Tapi percayalah, ada beberapa kerugian saat Anda memutuskan untuk menjadi nasabah mereka, diantaranya :

  • Keamanan tidak terjamin karena tidak diawasi pemerintah
  • Sistem pencatatan yang mungkin masih pakai manual dan rawan kesalahan
  • Bunga dan denda bisa kelewat tinggi
  • Taksiran jaminan yang bisa turun drastis
  • Tidak ada ampun, gagal bayar langsung sita

Bagaimana, serem banget bukan? Makanya, jika memang butuh dana cepat, sebaiknya cari lembaga keuangan yang resmi, dan mampu memberikan bunga kecil untuk pinjaman dengan Jaminan BPKB.