Ingin Mengajukan Pinjaman Kredit Bank? Simak Dulu Beda Kredit Multiguna dan KTA

Jika Anda masih berfikir Pinjaman Kredit Bank asal cepet cair, sebaiknya pertimbangkan lagi rencana Anda ini. Pasalnya, berhutang membutuhkan perhitungan yang matang terkait rencana pembayaran dan pengelolaan uang hasil pinjaman tersebut.

Pasalnya, tunggakan kredit ke Bank berisiko membuat kita masuk blacklist Bank Indonesia, yang berujung pada penolakan kredit yang kita ajukan dikemudian hari. Bukan hanya satu bank, tapi seluruh bank di Indonesia, bahkan pengajuan kartu kredit pun bisa ditolak.

Makanya, sebelum mengajukan kredit, ada baiknya Anda mempertimbangkan dulu strategi pinjaman, dari mulai jenis pinjaman hingga rencana pembayarannya.

Pertimbangkan Jenis Pinjaman

Pihak Bank sendiri umumnya memberikan beberapa jenis pinjaman, diantaranya kredit tanpa agunan atau KTA dan kredit Multiguna. Nah biar tidak bingung, berikut merupakan pengertian dan perbedaan antara kredit multiguna dan kredit tanpa agunan atau KTA.

 

  1. Kredit Multiguna

Kebalikan dari KTA, kredit multiguna membutuhkan aset untuk dijaminkan. Biasanya, makin tinggi nilai aset yang dijaminkan, makin besar pula jumlah pinjaman yang bisa Anda dapatkan. Misalnya, nilai sertifikat tanah lebih tinggi ketimbang BPKB mobil dan motor.

Walaupun begitu, dengan memberi jaminan berupa aset, justru ada sejumlah keringanan yang bisa Anda nikmati, diantaranya bunga cicilan yang lebih rendah dan tenor cicilan yang umumnya lebih panjang ketimbang KTA atau jenis kredit sejenis.

Secara umum, berikut merupakan karakteristik umum dari kredit multiguna

  • Bunga pinjaman relatif lebih rendah
  • Tenor kredit jauh lebih panjang, bahkan bisa mencapai 25 tahun
  • Jumlah maksimal pinjaman lebih besar
  • Proses pencairan lebih lama karena ada proses appraisal (penilaian atau penaksiran nilai aset)
  • Syarat yang lebih komplet

Biasanya jenis Pinjaman Kredit Bank Multiguna digunakan untuk kebutuhan yang bersifat jangka panjang, seperti investasi, kredit usaha atau kredit pemilikan rumah (KPR), dan lainnya.

 

  1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Sesuai dengan namanya, kredit tanpa agunan bisa diambil tanpa memberikan agunan atau jaminan. Biasanya, jenis kredit ini diajukan saat kita membutuhkan dana cepat, tanpa harus mengagunkan atau menjaminkan aset yang kita miliki.

Pinjaman ini cocok diambil untuk Anda yang tidak memiliki aset, atau aset yang dimiliki masih ditahan sebagai jaminan dari pinjaman sebelumnya.

Tapi ingat, walau tidak ada aset yang dijaminkan, bukan berarti pihak bank tidak bisa menyita aset yang kita miliki saat sewaktu-waktu kredit kita macet. Lewat pengadilan, Bank berhak menyita aset yang kita miliki sebagai pengganti uang yang kita pinjam.

Selain itu, ada beberapa karakteristik lainnya yang wajib Anda perhatikan tentang KTA, diantaranya :

  • Bunga pinjaman relatif tinggi ketimbang kredit multiguna
  • Tenor kredit yang lebih pendek, maksimal sekitar 1-2 tahun
  • Jumlah maksimal pinjaman kecil, maksimal sekitar 50 juta
  • Proses pencairan lebih cepat
  • Persyaratan kredit lebih sedikit

KTA sendiri biasanya diambil untuk hal-hal yang bersifat mendesak, seperti membayar uang sekolah, renovasi rumah saat musim hujan dan kondisi lainnya

 

Pinjaman manakah yang Terbaik?

Dilihat dari jenisnya saja kedua pinjaman ini sudah punya plus dan minusnya masing-masing, terutama dari segi bunga dan tenor pinjaman. Makanya, untuk menentukan mana yang terbaik, cara satu-satunya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dana Anda.

Jika butuh dana mendesak dan bersifat sementara, kredit Tanpa Agunan bisa jadi pilihan, tapi jika Anda membutuhkan Pinjaman Kredit Bank dengan nominal yang besar, kredit multiguna bisa dijadikan pilihan terbaik. Ingat, intinya ambil pinjaman sesuai dengan kebutuhan!