Sebelum Beri Jaminan Sertifikat Rumah, Pastikan Rumah Anda Layak!

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pinjaman uang, salah satunya dengan pinjaman jaminan sertifikat rumah. Biasanya, pinjaman seperti ini dilakukan saat Anda butuh dana besar, baik untuk keperluan modal usaha atau kebutuhan mendesak lainnya.

Tapi sebelum buru-buru menjaminkan sertifikat rumah demi mendapatkan pinjaman, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, diantaranya :

 

  1. Lokasi Rumah

Dibanding dengan BPKB kendaraan bermotor, sertifikat rumah memang punya nilai jual tinggi untuk mendapat pinjaman. Pasalnya, rumah cenderung punya nilai jual yang tinggi, dan tenor pinjaman yang didapat pun bisa lebih panjang ketimbang jaminan lainnya.

Tapi ingat, tidak semua jenis rumah bisa dijaminkan. Bahkan tidak jarang lembaga pembiayaan atau Bank akan menolak rumah yang diagunkan, contohnya rumah yang berada di lokasi rawan bencana, lokasi rumah terlalu dekat dengan sutet, pemakaman, rumah bekas pembunuhan atau rumah di dalam gang sempit.

Makanya, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli rumah, pastikan lokasinya strategis dan mudah diakses. Misalnya berada di pinggir jalan besar, atau setidaknya berada di lokasi yang bisa diakses dengan mobil.

 

  1. Perhatikan Kualitasnya

Meskipun berada di lokasi yang mudah dijangkau, pastikan rumah yang Anda miliki punya nilai jual yang tinggi, atau minimalnya layak pakai. Pasalnya, kualitas dari rumah yang Anda ajukan menentukan dari nilai maksimal pinjaman yang bisa didapat.

Kecuali jika Anda memang membutuhkan dana yang tidak terlalu besar. Rumah alakadarnya pun bisa diajukan dengan nilai kredit yang seadanya. Kadang yang lebih parah, tim penaksir akan menghitung sedikit diatas dari nilai tanahnya!

pinjaman jaminan sertifikat

 

  1. Pilih Lembaga Pemberi Pinjaman Yang Tepat

Banyak lembaga pembiayaan dan Bank yang menerima pinjaman dengan Jaminan Sertifikat rumah. Tapi sebelum memilih, pastikan lembaga atau Bank yang Anda pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal ini dilakukan untuk memastikan keamaman dari jaminan yang Anda ajukan. Selain itu, lembaga pembiayaan resmi biasanya menawarkan bunga yang lebih masuk akal, dan skema cicilan yang longgar.

Bonusnya, lembaga pemberi pinjaman yang resmi tidak akan langsung menyita saat Anda terlambat membayar, tapi akan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan kredit, dengan catatan Anda menunjukan iktikad baik untuk menyelesaikan cicilan.

 

  1. Perhatikan Persyaratan

Sebelum mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi, diantaranya penghasilan bulanan minimal 4 juta. Walaupun begitu, tiap lembaga jasa pinjaman dana punya perhitungan sendiri.

Selain faktor penghasilan bulanan, faktor usia pun harus diperhatikan. Anda disyaratkan setidaknya sudah berusia 21 tahun, dan maksimal 65 tahun. Syarat lainnya, Anda pun harus warga negara Indonesia, dan berprofesi sebagai pengusaha, karyawan atau profesional.

Mengenai kelengkapan dokumen, sepertinya hampir setiap Bank punya syarat yang sama, dari mulai Surat Keterangan Pekerjaan atau Surat Keterangan Usaha, Slip gaji 3 bulan terakhir, Fotokopi KTP, Fotokopi KK dan syarat lainnya.

Jika semua persyaratan tersebut sudah lengkap, Anda tinggal menyerahkan dokumen dan formulir aplikasi pinjaman. Biasanya, pihak Bank atau pemberi pinjaman akan melakukan verifikasi kelengkapan dokumen tersebut, survei, dan wawancana.

Setelah semuanya selesai, Anda bisa menyerahkan jaminan sertifikat yang sudah disiapkan. Biasanya, jaminan ini akan ditempatkan dalam satu map khusus bersama dengan formulir aplikasi pinjaman, dokuken pribadi yang diserahkan pada pihak pemberi pinjaman, dan syarat lainnya.